Saya dapat email, banyak yg bilang HOAX, makanya blog di apus.Tapi ternyata beneran ada di Indonesia dan sudah masuk TV di ANTV, hari nya lupa......Link :
http://www.an.tv/s/?sid=4&newsid=9484Isi
email nya ..........
GORENGAN "CRISPY" ALA KAKI LIMA
Temenku punya pengalaman, waktu beli pecel lele di daerah Jakarta Selatan, ternyata abangnya tidak menuangkan minyak goreng yang masih diplastik ke penggorengan. Tapi malah meletakkan minyak goreng yang masih dalam plastik ke dalam penggorengan panas. Sehingga plastiknya meleleh larut dalam minyak panas, kemudian lelenya digoreng dan hasilnya pecel lelenya crispy...! (crispy = renyah). hi serem yaaaaaaaaaa. ..
Kepada semua Tolong baca ini. Ini adalah kisah nyata, dan seseorang juga menceritakan hal itu kepada saya, yang terjadi padanya di Kedah Tunjang. Saya kira itu juga terjadi pada kita juga.
Di PERLIS (area pasar malam, dimana mereka selalu menjual PISANG GORENG pada sore hari). Pamanku melihat mereka menggoreng PISANG GORENG, mereka menambahkan sedotan plastik ke dalam minyak goreng panas (sedotan=yang biasanya kita gunakan untuk minum), sedotan dilelehkan/dicairka n (melted) ke dalam minyak goreng panas sebelum menggoreng, itulah sebabnya PISANG GORENG, UBI GORENG, dll selalu tetap crispy (renyah) selama beberapa jam. Pamanku tidak dapat menjelaskan kenapa. Kemudian dia bertanya kepada mereka, namun mereka tetap diam, kemudian pamanku mengatakannya pada ibuku, kemudian kami mempraktikkannya dan cara inilahyang membuat makanan tetap renyah.
Kemudian ibuku berkata, hati-hati pada makanan Thailand juga, seperti ikan bilis, bawang goreng, meskipun kita meletakkan nya pada udara terbuka selama beberapa jam, makanan tetap renyah (tidak melempem).
Kalau di CANADA, tempat kami hujan turun selama 5 kali atau kurang dalam setahun, jadi bila kita meletakkan roti di udara terbuka selama semalam, keesokan harinya roti itu menjadi sangat renyah atau kering karena lingkungan disini sangat kering, tetapi di Malaysia, hal itu tidak akan terjadi karena disana kelembaban terlalu tinggi.
Saya pernah ke dataran tinggi Kamerun dengan keluarga saya, sekitar pukul 3 sore kami berjalan-jalan disekitar pasar, kami melihat banyak penjaja kios melakukan usaha mereka, tiba-tiba sesuatu menarik perhatian saya... di salah satu kios, ada sebuah wajan besar minyak goreng yang di dalamnya ada botol plastik kosong (ukuran 5 1/2 liter), botol itu pelan-pelan mencair di minyak goreng yang panas dan saya terkejut. Saya kira itu suatu kesalahan yang dilakukan oleh anak kecil, tetap ketika saya melihat lebih dekat, saya melihat ada beberapa sedotan plastik (chopstick) didalam botol plastik tersebut, segera meminta keluarga saya untuk datang dan memeriksanya, pada saat itu orang tua anak kecil tadi datang, mereka memandang kami dengan garang, mereka menggunakan cairan plastik untuk menggoreng makanan, alasannya agar makanan yang digoreng tidak melempem. Kami mempraktikkannya seperti ini, minyak goreng tanpa plastik, makanan agak melempem setelah beberapa lama. Kemudian ditambahkan plastik, kemudian menggoreng lagi... makanan menjadi renyah, lebih renyah dari KFC.
Please stop eating this hawker's fried food... This is their secret recipe.
DO NOT EAT CRISPY FOOD especially from the hawker !
Try leave it in the open air for hours and see.
Korannya bisa di baca tinggal Click Pic.

Tambahan dari tempat lain .......
Sabtu, 7 Juni 2008, liat trans7 di redaksi kontroversi. ada liputan ttg gorengan berplastik ini, n its really happens in indo...
meskipun gak semua penjual gorengan lakuin cara ini, tapi kita perlu waspada.
nah disitu dikasih tau cara bedainnya adalah klo gorengan yg pake plastik, kemungkinan ada bintik2 putih (plastik yg gak melebur sempurna) n klo dipatahin itu patahannya solid (bentuknya panjang2, kyk gak hancur), sedangkan klo yg gak pake plastik klo dipatahin agak hancur jadi remah2....
o ya, disitu juga dibahas ttg minyak goreng oplosan (minyak bekas/jelantah plus oli bekas) - maaf klo agak melenceng dr issue gorengan pake plastik, tapi ini meresahkan bgt...
jadi caranya
minyak n oli bekas itu dipanaskan masing2 sampe bagian yg jitam mengendap, diambil bag yg bening aja.
setelah itu bag minyak n oli yg bening itu dicampur n dikasih tepung beras, mentega n hydrogen peroxida utk buat spt minyak baru. biaya produksi mrk 6rb/kg n mrk jual 12rb/kg, makanya skrg makin marak, krn menguntungkan bgt...
nah menurut penelitian, minyak ini mengandung zat bernama benzena yg bisa nyebabin kanker.
trus klo kebanyakan konsumsi ini bisa nyebabin kematian jaringan, kanker, mandul.
cara bedainnya, minyak ini klo diforeng mengeluarkan asap, bau, berbuih n warnanya gelap/hitam.
semoga info ini bermanfaat...